Selamat Datang di Blog Belajar Sabar Ikhlas

Wednesday, August 8, 2012

Model Pembelajaran LEARNING CYCLE (Bersiklus)

Implementasi Learning Cycle dalam pembelajaran sesuai dengan pandangan kontruktivis yaitu:

1)       Siswa belajar secara aktif. Siswa mempelajari materi secara bermakna
          dengan bekerja dan berpikir. Pengetahuan dikonstruksi dari 
          pengalaman siswa.

2)      Informasi baru dikaitkan dengan skema yang telah dimiliki siswa. 
         Informasi baru yang dimiliki siswa berasal dari interpretasi individu.

3)      Orientasi pembelajaran adalah investigasi dan penemuan yang 
         merupakan pemecahan masalah.

Cohen dan Clough (dalam Soebagio, 2000) menyatakan bahwa Learning Cycle adalah strategi jitu bagi pembelajaran sain di sekolah menengah karena dapat dilakukan secara luwes dan memenuhi kebutuhan nyata guru dan siswa. Dilihat dari dimensi guru penerapan strategi ini memperluas wawasan dan meningkatkan kreatifitas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran. 

Keuntungan Model pembelajaran Learning Cycle sebagai berikut:
a. meningkatkan motivasi belajar karena pebelajar 
     dilibatkan secara aktif dalam proses  pembelajaran
b. membantu mengembangkan sikap ilmiah pebelajar
c. pembelajaran menjadi lebih bermakna

Adapun kekurangan Learning Cycle penerapan strategi ini yang harus selalu diantisipasi diperkirakan sebagai berikut (Soebagio, 2000):
1. Efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan 
    langkah-langkah pembelajaran
2. Menuntut kesungguhan dan kreativitas guru dalam merancang dan 
    melaksanakan proses pembelajaran
3. Memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan terorganisasi
4. Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dalam menyusun 
    rencana dan melaksanakan pembelajaran.

Aktivitas Belajar dalam Tiap Fase Learning Cycle 5E

Fase Aktivitas Belajar/ Metode

1.       Engagement: menyiapkan (mengkondisikan) diri pebelajar, 
          mengetahui kemungkinan terjadinya miskonsepsi, membangkitkan 
          minat dan keingintahuan (curiosity) pebelajar

          a.   Demonstrasi oleh guru atau siswa
          b.   Tanya jawab dalam rangka mengeksplorasi 
                pengetahuan awal, pengalaman, dan ide-ide pebelajar
          c.   Pebelajar diajak membuat prediksi-prediksi tentang fenomena 
                yang akan dipelajari dan dibuktikan dalam tahap eksplorasi

2.      Exploration: pebelajar bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil, 
         menguji prediksi, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide

         a   Demonstrasi
         b   Praktikum
         c   Mengerjakan LKS (Lembar Kegiatan Siswa)

3.      Explaination: siswa menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri, 
         guru meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasan mereka dan 
         mengarahkan kegiatan diskusi, pebelajar menemukan istilah-istilah 
         dari konsep yang dipelajari.

        a   Mengkaji literatur
        b   Diskusi Kelas

4.      Elaboration (extention) : siswa menerapkan konsep dan keterampilan 
         dalam situasi baru.

        a   Demontrasi lanjutan
        b   Praktikum lanjutan
        c   Problem solving

5.      Evaluation : evaluasi terhadap efektifitas fase-fase sebelumnya ; evaluasi 
         terhadap pengetahuan, pemahaman konsep, atau kompetensi pebelajar 
        dalam konteks baru yang kadang-kadang mendorong pebelajar 
         melakukan investigasi lebih lanjut.

        a    Refleksi pelaksanaan pembelajaran
        b    Tes tulis
        c    Problem solving

Dalam membuat rencana pembelajaran berbasis Learning Cycle, kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam tiap fase harus ditelaah melalui pertanyaan « Konsep apa yang akan diberikan ? » atau « Kompetensi apakah yang harus dikuasai siswa ? » dan « Aktivitas-aktivitas yang bagaimanakah yang harus dikelola dalam tiap fase agar tercapai pemahaman konsep atau terkuasainya kompetensi tersebut ? ». Kegiatan-kegiatan dalam tiap fase harus dirangkai sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Kompetensi yang bersifat psikomotorik dan afektif misalnya akan lebih efektif bila dikuasai siswa melalui kegiatan semacam praktikum.

Lingkungan belajar yang perlu diupayakan agar Learning Cycle berlangsung konstruktivistik adalah :
1. Tersedianya pengalaman belajar yang berkaitan dengan pengetahuan yang 
    telah dimiliki siswa
2. Tersedianya berbagai alternatif pengalaman belajar jika memungkinkan
3. Terjadinya transmisi sosial, yakni interaksi dan kerja sama individu dengan 
     lingkungannya
4. Tersedianya media pembelajaran
5. Kaitkan konsep yang dipelajari dengan fenomena sedemikian rupa sehingga 
   siswa terlibat secara emosional dan sosial yang menjadikan pembelajaran 
   berlangsung menarik dan menyenangkan.

No comments:

Post a Comment